SEVEN MANAGEMENT HAT [1] Administration Hat

Making a transition to management requires understanding the basic functions of the manager. This is the manager’s work from seven basic perspectives -the seven management hats :

ADMINISTRATION HAT—managing the nuts and bolts
DIRECTION HAT—teacher, coach, promoter, and innovator
LEADERSHIP HAT—taking the lead
PEOPLE HAT—understanding human behavior
ACTION HAT—the hands-on work
HIGH-ANXIETY HAT—the challenging work
BUSINESS HAT—where it all comes together

Three hats describe the indirect workload and include administration, direction, and leadership.
Four other hats describe the direct workload and include the people hat, the action hat, the high-anxiety hat, and the business hat. On your first day as a manager, you’ll have administrative work that must be completed, youwill provide direction to some of your people, and you will probably be expected to take the lead on some issue. You will have interaction with different kinds of people behaviors, there will be some challenging work, youmay need to resolve a serious conflict, and you may be involved in activities at the organizational level that require putting on the business
hat. This situation will continue as long as you remain in a managing position. As youbecome involved in the managing process you will recognize that youmay change these hats many times during a typical workday. So let’s look at these seven hats that managers wear, the expectations that go with them, how the expectations change as the occasion demands, and how managers develop an appropriate balance.

Mengetahui Gaya Kepribadian Atasan Anda by Yudha Argapratama

Ada berbagai buku dan artikel yang ditulis dengan topik mengelola bos/atasan Anda. Asumsi  utama dari semua tulisan tersebut  sama: Jika Anda tahu gaya kepribadian manajer/atasan Anda,Anda akan mampu mengelola orang ini dengan mengetahui apa kebutuhan dan keinginan manajer anda dan bagaimana manajer Anda suka untuk bekerja dan berkomunikasi. Jika Anda dapat mengelola orang ini, Anda akan memiliki sedikit masalah dengan dia. Ada empat tipe kepribadian dasar bahwa manajer harus diketahui.  Beberapa manajer memiliki gaya kepribadian yang berbeda sementara yang lain kombinasi dari dua atau tiga gaya. Baca deskripsi  dibawah ini  dan lihat apakah Anda dapat mengetahui gaya manajer Anda. Jika Anda bisa, Anda akan lebih sukses bekerja dengan manajer Anda.

The Monopolizers (Si Monopolis)
Mereka ingin menjadi jawaban atas segala sesuatu. Para manajer yang cepat dalam mengambil keputusan dan teguh pada keputusan mereka, sangat terorganisir, dan berorientasi pada bottom-line. Mereka adalah jenis yang ”my way atau highway”. Jika Anda bekerja untuk Si Monopolis, pastikan Anda jelas dan langsung dengan komunikasi Anda, Anda siap memiliki semua fakta, dan bersiaplah untuk melakukan apa yang mereka katakan.

Coaching : When Coaching Is Appropriate?

Coaching tends to be most appropriate when:

1. Performance makes an important difference to the employer. Almost by definition, the contributions expected of senior executives fall into this category. Managers at other levels who are in especially significant roles also are responsible for making an important contribution, so they too can be appropriate coaching clients. Managers may receive coaching simply because they are considered to be “high potential,” regardless of the nature of their current organizational role.

Metode – Metode Pengukuran & Evaluasi Training

Artikel ini merupakan tulisan saya yang pernah diposting di Blog Peoplewit. Semoga bermanfaat.

Beberapa waktu lalu pernah diposting di Milis Trainers Club Indonesia tentang pengukuran dan evaluasi pelatihan. Pada posting tersebut mengambil Kerangka atau Metode yang dipopulerkan oleh Jack J Philips tentang 5 Level Evaluasi Training. Sebenarnya ada cukup banyak metode evaluasi pengukuran yang dipakai saat ini. Semuanya bertujuan untuk melaporkan keberhasilan program training dan program perbaikan kinerja. Beberapa metode berfokus pada kesuksesan secara Finansial, yang lain pada data non Finansial, serta ada juga yang menawarkan pendekatan yang seimbang dalam mengukur hasil dari suatu program.

Sebagai bahan untuk memperkaya wawasan kita, berikut beberapa metode Evaluasi & Pengukuran Training yang dipakai saat ini. Metode – metode ini dikutip dari buku THE ROI FIELD BOOK, Strategies for Implementing ROI in HR & Training (Patricia Phillips, Jack J Phillips, Ron Drew Stone, & Holly Burkett), 2007:

1. Benefit Cost Analysis

Mungkin proses/metode tertua untuk mengevaluasi pengeluaran suatu program adalah benefit cost analysis. Didasarkan pada kerangka teori ekonomi dan keuangan, maksud utama dari Benefit Cost Analysis (BCA) adalah untuk memastikan organisasi mempertahankan level optimum dari efisiensi dalam alokasi sumber daya. Seperti penggunaan utamanya dalam ekonomi & keuangan, metode ini juga dipakai dalam pendidikan dan pelatihan.

TIPS FOR TRAINER : Merespon Pertanyaan Trainee

Apa yang anda lakukan sebagai seorang trainer dalam menghadapi pertanyaan yang diberikan kepada para trainee.

Berikut 10 tips yang perlu diperhatikan para trainer saat menerima pertanyaan :

1. Jangan potong pertanyaan

Hal simple ini, tapi kadang kala tidak mudah untuk dilakukan.

2. Yakinkan apa Inti pertanyaannya

Setelah pertanyaan disampaikan, yakinlah kalau anda mengerti maksud pertanyaan si penanya agar waktu menjawab tidak membuang waktu banyak. Tanyakan kepada si penanya apabila ada yang kurang jelas.

3. Pastikan semua Peserta lain mengerti pertanyaan tersebut

Agar dialog tidak hanya dimengerti oleh penanya dan trainer, jangan terburu-buru menjawab pertanyaan tapi cobalah untuk melihat respond Peserta lain apakah mereka mengerti pertanyaan tersebut. Trainer dapat mengulangi pertanyaan dengan singkat apabila diperlukan.

4. Berikan kesempatan bagi Peserta lain memberikan pendapat

Sangatlah baik dalam proses pembelajaran apabila sebelum Trainer menjawab pertanyaan yang akhirnya menutup diskusi mengenai topik yang ditanyakan, Trainer memancing pendapat peserta lain dari pertanyaan yang diajukan. Setelah itu Trainer dapat menutup dengan pendapatnya atau kesimpulan.

5. Bila menghadapi pertanyaan sulit, jangan “Grogi”

Grogi saat menerima pertanyaan sulit dapat terjadi, tapi jangan kehilangan akal dalam menghadapi situasi ini. Trainer dapat saja menyimpan pertanyaan sulit untuk dijawab di sesi lain atau akhir sesi agar mempunyai waktu yang cukup untuk mencari informasi. Trainer dapat juga melakukan tips ke 4 untuk mengumpulkan informasi. Jawaban yang Grogi dapat dilihat sebagai jawaban yang tidak meyakinkan.

6. Jawab se-objective mungkin, hindari terlalu emotional

Jawab pertanyaan dengan landasan objektifitas, pakai metoda ”sebab-akibat” yang dapat dicerna dengan baik oleh orang lain. Dan jangan emotional yang dapat berkesan memaksa.

7. Pakai bahasa peserta

Gunakan bahasa peserta, bukan bahasa Trainer (yang mungkin ”hanya Trainer & Tuhan yang mengerti”).

8. Cari tahu apakah mereka Setuju

Menghindari ketidakpuasan, jangan sungkan tanyakan kembali kepada si penanya apakah dia setuju dan materi akan dilanjutkan kembali.

9. Akhiri dengan titik temu, tidak harus “solusi”

Suatu saat ada jawaban yang memang tidak harus disetujui oleh semua pihak, tapi kita kembalikan kepada peserta training. Yang terpenting peserta training dan Trainer tahu apa yang dapat mereka dapatkan untuk mengambil keputusan di kemudian hari.

10. Manage your Time

Bagaimapun menarikanya sesi diskusi atau tukar pikiran tetap saja wang Waktu menjadi pembatas anda. Jadi perhatikan selalu time keeper anda. Seyogyanya sesi pertanyaan adalah hal yang sudah dipertimbangkan dalam sesi training.

ExcellentBee Event : Employee Assessment & Potential Review for PT KLASE AUTO GRAHA

ExcellentBee Event :

Employee Assessment & Potential Review

for PT KLASE AUTO GRAHA

 

 

 

 


Powered by WordPress | Designed by: wordpress themes free | Thanks to Find Free WordPress Themes, wordpress themes 2012 and WordPress Themes