Dalam penyelenggaraan aktifitas Training/Pelatihan, peran seorang Trainer sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dari training tersebut, ada training yang berjalan dengan mendadak dan kurang persiapan dapat tutupi dengan peran trainer yang percaya diri, begitu pula sebaliknya persiapan yang baik dapat rusak saat kemampuan komunikasi trainer bermasalah. Seorang Trainer sama halnya seperti seorang ”Dalang” dalam pertujukan wayang. Dia akan menjadi pusat perhatian dari jalannya pertunjukan dan audience menunggu apa yang akan dilakukannya (”center of attention”)
Tingkah laku trainer perlu selalu dijaga, karena gerak-gerik trainer menjadi bagian yang terpisahkan dalam program training itu sendiri.
Saat Training selesai dijalankan, akan ada evaluasi training yang ditujukan untuk melihat penyelenggaraan training. Penilaian ini juga menyangkut dari Trainer. Jadi apa yang perlu diperhatikan dalam diri seorang Trainer di depan kelas ?
Berikut ini Kualitas personal yang penting untuk seorang Trainer.
1. Self-confidence
Percaya diri di depan kelas merupakan kualitas personal yang sangat penting dalam diri seorang trainer. Berdiri di depan orang banyak bukanlah hal yang mudah (walaupun bukan hal yang sangat sulit), karena saat tersebut dimana seseorang akan diperhatikan oleh orang banyak dan sangat mungkin akan membuat sesorang grogi atau tidak percaya diri.
2. Awareness of environment
Berada dalam suatu lingkungan yang besar, membuat kita sering melupakan hal-hal kecil yang terjadi disekitar kita. Trainer perlu untuk tetap mengetahui kondisi sekitar dan menjaganya agar tetap kondusif dalam proses belajar.
3. Ability to build bridges—relate old to new
Kondisi yang sering terjadi dalam training adalah adanya perbedaan pandangan dari yang lalu dan yang baru atau yang tidak berlaku dan berubah. Memberikan informasi saja akan gampang tapi apakah mereka mengerti dan akan melaksanakannya jadi hal yang sulit. Perubahan perlu disampaikan dengan cara yang bijaksana, bagaimana meyakinkan peserta training diperlukan bantuan seorang trainer untuk menggambarkan ada yang salah dan apa yang akan membuat sesuatu lebih baik.
4. Organizational skills
Menjalankan sebuah kelas Training sama halnya dalam mengatur suatu project. Dalam kegiatan ini diperlukan kemampuan meng-organize juga. Bagaimana opening dari training dipilih dan dilaksanakan. Ini diperlukan juga untuk menjamin kegiatan training berjalan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, tidak kurang dan juga terlalu lebih. Disini pula kita dapat mengukur profesionalisme seorang Trainer.
5. Desire to learn
Kegiatan Training merupakan proses belajar, trainer mengharapkan peserta untuk belajar dari materi yang akan disampaikan. dan seorang Trainer dapat memberikan motivasi dalam training tersebut dengan menunjukan sikap semangat belajar si Trainer kepada para audience.
Ini merupakan sifat positif, walaupun seorang Trainer berdiri didepan kelas tapi Trainer masih bersemangat untuk belajar.
6. Ability to listen
Ini hal yang tidak kalah sulitnya dalam teknik komunikasi, sebagai trainer sering muncul dalam sikap mereka kemampuan diatas para audience nya. Sehingga menimbulkan barrier untuk dapat mendengarkan orang lain dengan seksama. Kadang sifat ”sudah tahu” membuat mereka tidak sadar memotong pembicaraan audience atau kadang mendengarkan dengan tidak ”aktif”. Sayang sekali apabila kemampuan presentasi yang baik dari seorang trainer dapat rusak karena kurang pekanya trainer mendengarkan pendapat audience.
Dalam metoda belajar orang dewasa, kita perlu pahami bahwa orang dewasa senang apabila dapat mengeluarkan pendapatnya. Jadi penting sekali untuk menghargai setiap pendapat para peserta dengan mendengarkan secara aktif.
7. Sense of humor
Humor dapat memberikan kondisi yang akrab, dan dalam kelas training kondisi keakraban sangat diperlukan untuk dapat membuat komunikasi berjalan dua arah. Bahkan dalam training yang menuntut konsentrasi tinggi pun ”sense of humor” dari trainer perlu dikeluarkan sekali-kali untuk memecahkan kebekuan dan keletihan dalam menangkap materi.
8. Communication & theatrical skills
Perkembangan cara komunikasi seorang trainer sekarang ini sudah sangat berkembang. Banyak kita lihat trainer yang sangat atraktif dan energic dalam suatu kelas. Apabila anda memperhatikan para Trainer ternama, cara penyampaian mereka sangat penuh penghayatan dan hampir seperti theatrical. Seorang trainer dapat menyampaikan cerita seorang nelayan, dengan memberikan kesan yang nyata dalam perumpamanan tersebut. Dia memperagakan bagaimana nelayan menjala ikan dan mendayung sampan, hampir seperti seorang nelayan sebenarnya. Inilah yang dinamakan theatrical skill. Cara komunikasi ini sangat mudah dimengerti dan dibayangkan oleh para audience.
9.Flexibility
Saat Training berjalan, kadang terjadi hal yang diluar rencana. Sebut saja, waktu yang kurang, pertanyaan audience yang menyimpang ataupun bahan yang kurang lengkap. Seorang trainer mempunyai kemampuan fleksibility untuk tetap memberikan materi yang bermanfaat bagi audience dan menjaganya sesuai tujuan Training.
10. Patience
Sabar, merupakan modal penting bagi kualitas trainer. Anda tidak akan tahu dengan yakin reaksi dan pendapat yang muncul dalam proses belajar ini. Respon positip dan pula negative dapat muncul dalam kelas. Disini dituntut kesabaran trainer untuk mengelola pendapat atau masukan dari audience. Jadi seorang trainer perlu tetap ”Cool head & warm heart”.
Trainer adalah role model yang tampak dalam kelas, dan refleksi yang terihat dalam materi yang disampaikan. Ini pula yang harus dipahami oleh seorang Trainer.